Posted by: MSirod | 9 June 2005

Perusahaan dinaungin Institusi

Sebuah perusahaan kecil yang ingin berkembang, namun selalu dihadapkan pada
kebijakan dari sebuah institusi yang menaunginya
memiliki daya tarik sendiri untuk dikaji.

Di perusahaan ini, saya sebagai seorang direktur bisnis,
yang dibantu dua asisten saya ketika di lapangan.
Perusahaan saya memiliki banyak unit usaha, antara
lain: wartel, mini market, fastfood, swalayan,
fotokopy, counter dll.

Bisa diistilahkan di sini, perusahaan tempat saya
bekerja seperti anak dari Ibu tiri, penuh tanda tanya…
apakah ibu tiri itu baik atau tidak. Mendirikan usaha
baru adalah suatu yang tidak aneh lagi saya lakukan,
bermacam-macam studi kelayakan bisnis sudah saya
buat, akan tetapi seolah-olah kandas di tengah jalan,
ketika semua itu akan saya realisasikan, walaupun dari
aspek bisnis sudah layak untuk direalisasikan, muncul
beberapa kendala.

Adapun kendala utama yang sering saya hadapi
ketika merealisasikan sebuah ide bisnis dalam
perusahaan di bawah sebuah institusi adalah:

1. Perijinan

Pengaruhnya besar sekali perijinan ini untuk
kemajuan sebuah usaha nantinya, bagaimana pihak
kedua ( yang diajak kerjasama ) akan mau bekerja
sama dengan kita apabila tidak memiliki surat ijin yang
jelas dari institusi yang menaunginya, misalnya dalam
peminjaman modal untuk memajukan sebuah usaha.

Suatu pengalaman ketika saya mau mendirikan
sebuah wartel, dan dari Telkom meminta sebuah
jaminan dari institusi tersebut. Akhirnya wartel tetap
berdiri walau secara ilegal karena tak dapat ijin, walau
konsekuensinya siap untuk dibongkar, namun dari
aspek bisnis usaha ini bisa dikatakan berhasil, siapakah
yang salah? Institusi yang tak mengerti bisnis ataukah
pebisnis yang gak tahu institusi???

2. Marketing
Banyak cara yang dilakukan sebuah perusahaan
untuk menarik konsumen sebanyak mungkin untuk
meningkatkan omset penjualan di unit usahanya dan
salah satunnya dengan fisik dari unit itu sendiri.
Contoh kasus bagaimana saya harus membuat
ruangan di unit usaha saya menarik yaitu dengan dicat
warna yang berbeda dengan yang lain, namun dengan
alasan sebuah kebersamaan di institusi, pengecatan
ynag saya lakukan seakan-akan sia sia karena harus
dicat sama dengan gedung-gedung lainnya. Siapa
yang diutamakan?? Kebersamaan dari institusi atau
kemajuan sebuah usaha di perusahaan ???

3. Branding
Branding merupakan salah satu bentuk promosi
yang biasanya dilakukan oleh perusahaan besar,
misalkan Sosro, Coca-cola, A-mild dll. Banyak sekali
yang saya dapatkan dari jenis kerjasama seperti ini,
jadi perusahaan saya sebagai penyedia tempat dan
mereka yang melakukan branding produknya, misalnya
dg. memasang logonya, mengecat, dll. Namun dengan
alasan tertentu, misalnya membebaskan institusi dari
image rokok, branding rokok dilarang, dll, sekali lagi
perusahaan saya kehilangan peluang besar karena
kasus kasus seperti ini.

Kesimpulan:

1. Bahwa ketika sebuah perusahaan berada di
bawah naungan institusi, perlu diketahui batasan yang
jelas antara hak dan kewajiban, apalagi institusi
tersebut punya segmen pasar yang sama, sehingga
mana yang bisa diolah untuk usaha dan mana yang
bukan.

2. Keberanian dari pemilik perusahaan itu sendiri,
karena dengan tanggung jawab yang jelas menuntut
usaha yang jelas pula. Seperti anak yang kehilangan
induknya. Demikian pengalaman saya ketika saya terjun di
sebuah perusahaan kecil dibawah naungan sebuah
institusi yang besar, yang kadang membuat
peusahaan itu tidak ada nyali karena adanya
kebijakan-kebijakan yang kadang menghambat
kemajuan sebuah usaha perusahaan.

SEMANGAT!!!!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: