Posted by: MSirod | 14 September 2006

Roy Sembel, Tanggapan atas Kontroversi Saputra Nutrien / WSF

ya Terima kasih atas banyak tanggapan terhadap Saputra Nutrien.
Sebelum saya memberikan respon, mungkin perlu diperjelas posisi saya.

Secara formal, saya tidak berada di dalam struktur organisasi Saputra
Group. Awalnya, saya membantu sebagai teman untuk membidani kelahiran
Saputra Group karena melihat sendiri manfaat nyatanya dan merasakan sendiri
manfaatnya (termasuk berat badan turun 4 kg dalam 3 minggu setelah meminum
nutrisi saputra versi khusus untuk keseimbangan postur / turunkan berat
badan (sebelumnya 83,5 kg, sekarang 79,5 kg), dan bunga di taman di rumah
saya berbunga subur setelah menggunakan Saputra Nutrien selama 3 minggu,
Pohon Jeruk saya di rumah di Lembang setinggi 2 meter sudah tidak berdaun,
bisa berdaun dan berbuah setelah disiram WSF 3 minggu, anjing saya di
Lembang bobotnya bertambah signifikan setelah diberi WSF versi untuk
membesarkan ternak).

Posisi saya BUKAN sebagai direktur atau pemegang saham di SG. Untuk
membantu membidani kelahiran SG, bagi saya dibuatkan posisi Expert Advisor
khususnya untuk memperkenalkan inovasi ini kepada sebanyak mungkin orang.
Selanjutnya, silakan masing-masing orang mengkaji sendiri sesuai dengan
minat dan bidangnya. Yang ingin mencoba memakai silakan langsung pakai,
yang ingin untuk percobaan akademis silakan dilaksanakan.

Kalau memang produknya jelek, akan hilang dengan sendirinya. Kalau produk
itu benar bagus, hasil di lapangan akan membuktikannya. Berikan semua orang
kesempatan untuk membuktikan sendiri. Saya sendiri sudah membuktikan dengan memakai sendiri, dan sejauh ini hasilnya baik.

Teknologi Saputra Nutrien memang diposisikan untuk berguna bagi seluruh
makhluk hidup, bukan hanya untuk Padi. Dengan mengubah komposisi
nutrisinya, bisa dibuat produk untuk hewan, dan juga untuk manusia. Bisa
untuk menggemukkan (banyak lemak), bisa membesarkan (banyak daging /
protein), bisa juga untuk langsing (yg ini tampaknya banyak dibutuhkan
untuk yang versi manusia, termasuk saya yang sudah mulai ngeri naik
timbangan).

Sawah di Krawang (bisa kontak Haji Ismail di desa Jatibaru Krawang, lokasi
dekat Masjid Agung), tidaklah dimaksudkan sebagai percobaan scientific,
melainkan sudah langsung digunakan oleh petani pengguna (kata orang, the
proof of the pudding is in the eating).

Petani Krawang/Serang/Bantul/Gorontalo, tidak menggunakan metode SRI atau
yang lain, sederhananya hanya sekadar melaksanakan yang biasanya mereka
laksanakan namun mengganti penggunaan pupuk kimia yang tadinya ratusan
kg/ha, sekarang menggunakan WSF/SN 10-12 kg per ha. Hasilnya ternyata
sangat baik: Sawah yang tanpa pupuk kimia sama sekali menghasilkan 8,68 ton
GKP per hektar (panen 24 Agustus 2006 yang hasilnya langsung ditimbang di
tempat, disaksikan langsung oleh ratusan orang termasuk banyak wartawan).
Kalau toh mau ada kontrolnya, itu jaraknya cuma 1 langkah (jalan manusia/pematang) persis di samping/sekitar sawah WSF/SN . Sangat
mengharukan, sawah-sawah yg persis berada satu langkah di samping sawah
WSF, sejauh mata memmandang, wilayah itu terkena hama Sundep (penggerek
batang, hingga hanya panen sekitar 0,5-1,5 ton per hektar. Sawah WSF/SN
juga kena hama sekitar 5%-10%, namun untungnya tetap bisa panen dengan
hasil menggembirakan. Sawah yang dipanen 24 Agustus itu mulai tanam tanggal 31 Mei (jadi hanya dalam tempo 85 hari sudah panen).

Petani di Krawang (ini sudah data real di lapangan, bukan perkiraan di lab
atau di balik meja), mendapat tambahan penghasilan (dari penghematan biaya
pupuk dan peningkatan produktivitas) sebesar Rp 10 juta per hektar, tanpa
harus menggunakan metode SRI atau metode lain. Bahkan, sambil menunggu padi
panen, mereka mencoba menggunakannya pada tanaman terong dan kacang
panjang, dan hasilnya juga sangat baik. Hasil ini bisa ditanyakan langsung
kepada petaninya, untuk melihat lokasi sawah Pak Haji Ismail, silakan
kontak koordinator lapangan di Krawang, Pak Budi di 081514022400.

Penggunaan lain, bisa dicek pada Pak Ilyas (081510476879) di
probolinggo/Jember untuk berbagai macam tanaman. Di Bantul (berita SCTV 10
Juli, 11 Agustus, dan Kompas beberapa kali, dll) untuk sawah yang mengalami
kekeringan akibat saluran irigasi patah karena gempa, sawah sekitarnya
puso, tapi sawah yg disemprot WSF bisa tetap panen 6 ton (10 Juli) dan 8
ton (11 Agustus). Di Merbabu, juga digunakan untuk tomat dengan hasil:
tinggi tanaman mencapai 2-2,5 meter (biasanya 1,5 meter)dan buahnya 90%
kwalitas supermarket (biasanya cuma 10%). Bisa dicek langsung ke Merbabu
(kontak Pak Heru Wibawa (0818144528) untuk lokasi persisnya tomat di
Merbabu dan sawah di Bantul).

Di Gorontalo, bahkan sudah dicoba selama 8 siklus dengan hasil sangat baik
pada padi dan jagung. Ini bisa ditanyakan langsung ke Pak Fadel, Gubernur
Gorontalo.

Saya pribadi sangat mendukung untuk penelitian scientific lanjutan (IRRI,
IPB, UnLam, UnMul, dll). Tapi tentunya keputusan berada di tangan
orang-orang dalam di Saputra Group, tepatnya di tangan Pak Umar Saputra
sendiri.

Posisi saya saat ini mirip dengan saat saya saat ikut membantu membidani
Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) dari tahun 1993-2000. Setelah TOFI
bertemu Presiden dan gaungnya telah ditangkap media masa nasional, saya
menyerahkannya kepada orang lain.

Cuma saja proses di SG ternyata jauh lebih cepat dibanding proses
perjuangan di TOFI. Hari Kamis 7 September 2006 yg lalu, untuk ketiga
kalinya SG diterima oleh Pak SBY (pertama di Cikeas Minggu tg 3 Sept, kedua
Rabu 6 Sept di istana bersama Menkeu dan Menko Budiono, ketiga Kamis 7 Sept di istana lagi, di depan sidang kabinet lengkap plus gubernur dari 33
propinsi). Selanjutnya, Pak Ciputra juga sudah masuk ke dalam SG untuk
komersialisasi internasional dan memperkuat organisasi SG di dalam. Pak SBY
juga sudah berjanji akan mendukung dan memproteksi serta memantau
perkembangan SG.

Dengan demikian tugas saya untuk membantu membidani kelahiran bayi Saputra Group sudah selesai. Bayinya sudah lahir dan sudah berada di tangan
orang-orang yang sangat kompeten (Pak Ciputra dan Pak SBY sendiri).
Oleh karena itu, it’s time for me to move on untuk cari bayi lain yg perlu
dibantu untuk lahir.

Per Jumat pagi 8 September 2006, saya sudah pamitan dan telah menyatakan
kepada rekan-rekan di SG bahwa sudah tiba saatnya bagi saya untuk kembali
berdiri di luar SG. Artinya sekarang saya sudah tidak di SG lagi sebagai
Expert Advisor, melainkan kembali sebagai teman/sahabat yang siap membantu
bila dibutuhkan.

Jadi email yang sedang anda baca ini BUKAN email dari Saputra Group, tetapi
email informal / pribadi dari saya sebagai teman / sahabat dari rekan-rekan
yang berada di dalam Saputra Group (Pak Umar Saputra, Bu Kori, Pak Aribowo
Prijosaksono, Pak Achsanul Qosasi, Pak Ciputra, Pak Sri Bawono, dll).

Terima kasih untuk rekan-rekan yg telah meluangkan waktu membaca secara
lengkap email ini. Silakan diforward, namun harap diforward secara lengkap
agar tidak menimbulkan persepsi / interpretasi keliru.

Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan.

Salam,
Roy Sembel

Narrated Um Kulthum bint Uqba:
“He who makes peace between the people by inventing good information or saying good things, is not a liar.” (Shahih Bukhari)
Sirod’s Friendster:
http://www.friendster.com/s1rod
Sirod’s Blog: http://sirod.blogspot.com/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: