Posted by: MSirod | 17 October 2006

Kesenangan Duniawi yang melalaikan

Firman Allah :

(38:30) Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah
sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta’at (kepada Tuhannya),

(38:31) (ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang
tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore,

(38:32) maka ia berkata: “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan
terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku
sampai kuda itu hilang dari pandangan”.

(38:33) “Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku”. Lalu ia potong kaki
dan leher kuda itu.

Empat ayat diatas adalah dari Surot Shood, menceritakan suatu kisah
ibrah berkenaaan kesenangan / kecintaan duniawi yang bisa melalaikan
ketaatan terhadap perintah Allah.

Ayat pertama, (38:30) informasi kepada kita bahwa Allah memberikan
karunia kepada Nabi Daud as, seorang anak yang merupakan sebaik-baik
hamba Allah dan amat taat kepada Allah, yaitu Nabi Sulaiman as.

Ayat kedua, (38:31) menceritakan bahwa Nabi Sulaiman punya hoby
memelihara kuda. Dan kuda-kudanya sangat terlatih. Namun karena hobynya
ini membuat lalai dalam mengingat Allah, sehingga ia berkata :

Ayat ketiga, (38:32) “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap
barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai
kuda itu hilang dari pandangan”. Karena kesenangannya dalam memelihara
kuda dan melatihnya membuat ia lalai lalu ia mengambil keputusan :

Ayat ke empat, (38:33) “Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku”. Lalu
ia potong kaki dan leher kuda itu.

Apa yang dilakukan Nabi Sulaiman as, merupakan sebuah kisah yang patut
kita ambil ibrahnya, betapa pentingnya untuk ingat terhadap perintah
Allah dan jangan sampai kita lalai terhadap mengingat Allah karena
kesibukan duniawi sesaat.

Lalu mari kita renungkan surot at-Tawbah ayat 24 dibawah ini :

(9:24) Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara,
isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan,
perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang
kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari
berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan
keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang fasik.

Semoga Allah melindungi kita dalam pemeliharaan dan pendidikan-Nya agar
lebih mencintai Allah, Rasul dan Jihad. Jangan sampai kecintaan ataupun
kesenangan kita terhadap bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara,
isteri-isteri, kaum keluarga kita, harta kekayaan yang kita usahakan,
perniagaan yang kita khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang
kita sukai membuat kita lalai dalam mengingat Allah.

Karena jika kita tidak segera toubat dari kelalaian terhadap Allah,
Rasul dan Jihad maka akan termasuk orang-orang yang fasik.
Na’udzubillah min zalik

Wassalam

anut
** Beribadah karena manusia itu munafiq
** Meninggalkan ibadah karena manusia itu musyrik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: