Posted by: MSirod | 25 March 2007

Bisnis Konyol Negeri BBM

Uedan! ini ada tulisan bagus dari milis tetangga… Pengirimnya sih bernama Kusno Suditomo, Haniwar (Kayaknya yg ini sering denger… sound like jagoan milis hehehehe… )

Tulisan ini tentang kejamnya dunia bisnis eceran di Indonesia, baik Traditional Market VS Modern Market.

Kusno Suditomo <kusno suditomo@XXX> wrote:

Pengantar :
Setiap hari Jum’at, harian KOMPAS dipenuhi dengan beberapa iklan 1
halaman penuh ( dan berwarna ! ) dari beberapa pasar “grosir” semacam
Hypermart, Giant, dan tentunya Carrefour. Kebanyakan isinya berupa
penawaran harga murah, diskon dengan pemakaian kartu kredit tertentu,
sampai tentunya saling main banting harga.
Ditengah promosi yang tentunya menggembirakan bagi para “pelanggan
setia”, ada kisah pilu dari kalangan pemasok disana. Juga cerita
tragis pengusaha maupun wiraswatawan dari kalangan menengah ke bawah
yang bergelut dalam pasar tradisional ketika kian terpuruk oleh yang
namanya pasar modern ini. Ketika usaha kecil tengah dimarjinalisasi
oleh kaum kapitalis raksasa, dimana taji (aturan) pemerintah membela
wong cilik ?
Fwd from milis-FPK : Haniwar Syarif [syarif@XXX]
……
#
Berita Kompas yg di kutip mas Agus ini, kebetulan bersangkutan
juga dengan saya krn salah satu asosiasi yg terlibat adalah asosiasi
industri pengolahan daging Indonesia, dimana sy jd pengurusnya. Jadi
sy ingin menambahkan menegaskan beberapa hal..

Carre 4 adalah sebuah perusahaan peritel no dua terbesar didunia,
dan dimanapun diseluruh dunia para peretail besar , dan utamanya
Carre4 sering meng “abuse” kekuatan pasar dan kekuatan membelinya
jikatidak diberi aturan main yg menjaga fair trade , sehingga bisa
menghancurkan baik pasar ritel lebih kecil ( baik tradisional maupun
toko atau mimarket yg bukan chain shop) , maupun menghancurkan
pemasok. Diperlukan suatu “code of practice” atau pedoman perilakunya
utk menjaga persaingan yg adil. Di negara liberal sekalipun seperti
Jepang,. Perancis, Jerman, ini diatur, begitu juga di China.

Di Indonesia dia masih bisa berlaku sebebas bebasnya.. , misal
buka di dekat pasar tradional.. ( di LN hanya di border city dan
jumlahnya pun dibatasi sebanding dgn jumlah penduduk, misal 1 setiap
500 rb penduduk). Dia tidak bisa memungut biaya dr pemasok yg tidak
bersifat win win ., atau tak ada hubungannya dgn penjualan barang pemasok.

Kalau disini, dia masih bisa menarik listing fee sesukanya yang
nggak ada hubungannya dgn besar nya omzet pemasok, bahkan sampai
senilai 7 juta per barang perstore. Jadi jika anda punya 5 barang saja
yang dijual, dgn carre4 punya 25 toko , maka yg harus dibayar dimuka
adalah 5X 20X 7 = 700 juta. Soal laku atau ttidak barang anda itu soal
nanti. Bahkan jika tidak memnuhi target mrk, malah bisa di delist dan
uang listing fee hangus.

Katakanlah, Carre4 menjual 50.000 item dalam satu gerai , dgn
listing fee rata rata hanya Rp.1. juta saja , maka dia peroleh 50
milyar, sedang investasi membangun 1 gerai hanya Rp.30 M. Bayangkan
belum mulai jualan sudah untung. jadi hebatnya , dia nggak perlu
invest dr duitmya , padahal ngakunya PMA, yang seharusnya menamam
Foreign Direct Investment. Jadi bukan bawa investasi dr negaranya,
melainkan membawa lari duit kita. Perhatikan di sekitar Cempaka Putih
saja ada 3 Carre4, dan lihat bgmn pasar Cempaka Putih kini merana..

Listing fee bukan satu satunya , fee yg diminta, ada sekitar 20 an
jenis fee. , sehingga total potongan bisa diatas 50 % dr harga jual
eceran. Lebih gila lagi setiap tahun, kalau pembaruan kontrk mrk
meminta tambahan , jadi misalanya tahun lalu total fee 40 persen dr
harga jual , maka tahun berikutnya harus lebih besar dari itu, atau
putus hubungan. Bayangkan ketika para produsen, kesulitan krn naiknya
BBM dan harga lain termasuk UMR , ketika daya beli melemah, Carr4
malah meminta tambahan diskon. jadi dia bukan mencari efisiensi atas
usaha nya sendiri, melainkan memeras pemasok.

Gabungan Asosiasi , bukan menolak hadirnya peretail asing, tetapi
hanya meminta aturan sejenis yg membatasi mrk utk memaksakan syarat
perdagangan tak adil spt bahkan ada di negara asalnya, Perancis.
Departemen Perdagangan pada November 2006,menjanjikan pada aliansi
menerbitkan peraturan yg akan dikeluarkan paling lambar akhir Maret 2007.

Pihak aliansi menyetujui jadwal, tapi meminta pihak deperdag,
mengeluarkan surat agar pihak Carre4, sementara menunggu terbitnya
aturan, pada tahun 2007 ini tidak meminta kenaikan lagi, jadi syarat
perdagangan lama thn 2006 saja di berlakuan dulu. Pada bulan Desembar
2006 surat yg dimaksud dikeluarkan oleh Deperdag, yg meminta peretail
besar utk thn 2007 ini tidak menaikkan besaran biaya trd term.

Dan tahukah anda .. apa yg terjadi..???., dari lapangan .. kami
dapat laporan bhw pihak Carre4 tidak mengakui surat Departemen
Perdagangan dan tetap meminta trading term itu tahun ini dinaikkan
lagi.. Bayangkan… sebuah perusahaan Perancis… sudah memeras
pemasok Indonesia..merebut pasar dr pedagang tardional . bahkan masih
berani tidak menggubris surat dari Departemen Perdagangan.!!!!

Kesombongan apa ini ?? dan berapa sih rendahnya penguasa bangsa
ini dimata mereka ?? Sudah terjajah kah kita kini.. ; saya mengerti
surat Deperdag hanyalah sebuah surat yang bukan Undang Undang.., tapi
rasanya kebijakan/himbauan itu cukup adil dan bijak,,, dan itu bahkan
dipandang sbeelah mata oleh perusahaan Perancis itu!!!!.

Mas Irawan , dari Carre4 ( tolong yangkenal sampaikan kpd Pak
Irawan yg biasa mewakili Carre4 dalam pertemuan dgn aliansi atau
pemerintah) … apa komen anda ???? Mari kita diskusi terbuka
disini… Jangan biarkan ke Indonesiaan anda lumpuh… hanya krn di
gaji besar orang Perancis…, ini demi bangsa kita… dan demi
keadilan… yang menjadi sendi segala hubungan di bumi ini..

Salam,

Haniwar


Responses

  1. OOOOOOOOOOO begitulah…. bisa jadi ini model Penjajahan model baru…. aduh negeri…. yg 100 gak bangkit2……, masih aja seperti ini…. oooooooooooooo bumi pertiwi….. jangan kau teteskan air matamu….., melihat negerimu seperti ini…. doakanlah.. biar bisa bangkit.. menjadi bangsa besar,,,,,, seperti Majapahit,,,,

  2. Astaqfirullah, apa benar perusahaan retail besar seperti carefour bertindak seperti itu?, jika benar sungguh terlalu kejam, ini berdampak kepada konsumen yang akan membeli barang yang dijual, para pemasok akan memberikan harga yang sangat tinggi. Tolong agar pihak yang berwenang mau menyadari bahwa perusahaan carefour itu tidak baik dan segera dirubah peraturan yang sangat memberatkan itu… Terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: