Posted by: MSirod | 25 March 2007

Menjadi miliser yang bertanggungjawab

Mailing list adalah jawaban!

Saya menemukan jodoh justru dari mailing list. Kok bisa? Tentu saja! Di
mailing list kita bisa menemukan apa saja dan bercengkrama dengan semua kalangan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan slip gaji bulanan . Milis berbahasa inggris itu dikelola teman saya yg tidak saya kenal, tidak terlalu banyak info menarik dan seperti biasa lebih banyak ocehan dari orang-orang yang menurut saya terlalu banyak waktu luang.

Jangan bandingkan dengan mailing list Alumni-TIN yg diklaim dikelola oleh
jurusan Teknologi Industri Pertanian IPB. Membernya saja merupakan para praktisi,
akademisi, birokrasi & kaum pembelajar dari berbagai latar belakang. Yang unik,
mereka umumnya satu madzhab dalam memandang bagaimana memajukan pertanian
Indonesia, yaitu dengan satu kata: AGROINDUSTRI.

Mailing list lebih unggul disbanding website sekalipun! Boleh-boleh saja
Anda tidak setuju, tapi saya termasuk yg tidak suka membuka-buka website untuk
mencari informasi apalagi networking (kecuali web alumni-tin ya ) . Saya termasuk
orang yg keranjingan dengan software-software desain grafis ketika mahasiswa dulu
karena terpesona oleh eloknya desain grafis dari para master web di Indonesia bahkan
luar negeri. Tapi ketika informasi menjadi sesuatu yg penting, tepat tahun 2001 saya
mulai membuat blog di sirod.blogspot.com.

Nah, jadi saya ini blogger kah? Tidak
juga. Saya hanya catut sana catut sini kemudian diedit sedikit kemudian ditempel di
blog saya dan mendeklarasikan bahwa saya seorang MILISER bukan seorang
BLOGGER. Ini perlu, karena seorang blogger idealis biasanya pantang mengambil
tulisan orang secara utuh.

Bagaimana dengan Web Forum? Ini pun menurut saya masih kurang nyaman
digunakan dibandingkan dengan milis. Mengingat harus login dan struktur pesan
dalam web yg sulit dikelola (misalnya bandingkan web forum dari PHPBB semacam
Kafegaul.Com dengan milis YahooGroups). Mailing list lebih unggul karena kita
memungkinkan menciptakan ruang-ruang diskusi dari awal, sementara web forum itu
tergantung kebijakan yg empunya website itu sendiri. Faktor demokratis disini sangat
menentukan kualitas posting. Dus, website juga berisi gambar2 animasi dari web
desainer yg seringkali terlalu unjuk diri sehingga bukan saja memperlambat loading
web tersebut sehingga menyulitkan mereka yang memiliki koneksi terbatas,
sementara milis, pada dasarnya tidak mementingkan tampilan, karena pada mulanya
milis itu diakses via email masing-masing member.

Teknologi sekarang tidak hanya memudahkan kita untuk mengakses email
kapan saja dan dengan cara apa saja. Tidak hanya menggunakan mail server gratisan
seperti msn, yahoomail & googlemail, tetapi juga mendownload beragam aplikasi email
client semacam Outlook atau Edora, dan yang tak kalah menariknya adalah push
mail yang disediakan oleh operator telekomunikasi semacam telkom & indosat.
Tentu saja milis mempunyai kekurangan, misalnya tidak semua member aktif
posting dan lemahnya moderator untuk menghidupkan suasana milis sering menjadi
penyebab matinya milis dan “garing”-nya suasana milis. Pengalaman dari bermilis ria
dari milis-milis yang saya ikuti, mengajarkan saya untuk mengelola milis dengan baik
dan tetap ramai posting. Ada berbagai cara untuk meramaikan milis, berikut tipstipsnya:

· Jadilah moderator & rekrutlah beberapa provokator.
IMHO, Seorang moderator milis adalah provokator milis. Ini hanya
pendapat pribadi, tapi banyak benarnya lho… saya pernah dengan sengaja
membuat konflik kecil-kecilan untuk menarik perhatian member milis dan
memantau siapa saja yang aktif memonitor milis. Jika Anda ingin jaim,
cobalah bergabung dengan beberapa milis yang ramai dan undang (invite)
beberapa orang yang bisa menjadi member milis yang dimoderatori oleh
kita tersebut.

· Tetap humble & ramah
Moderator itu penengah dan tukang beres-beres. Ingin jadi moderator?
Maka siap-siap capek dengan rutinitas kerja menata milis yang
membosankan dan menghabiskan banyak waktu kita. Misalnya,
menambah secara manual member yang ingin join atau hanya sekedar
unsubscribe. Dalam melakukan tugas-tugas yang sebenarnya mudah
dilakukan semua orang itu terkadang moderator lama-lama bisa jengkel
karena seharusnya setiap member bertanggung jawab dengan email yang
bersangkutan, tetapi karena malas, gaptek atau bosy, jadinya moderatorlah
yang disuruh-suruh untuk melakukan itu semua. Hal ini membutuhkan
kesabaran dan sikap leadership yang baik, yah.. hitung-hitung jadi kepala
RT di lingkungan Anda tinggal 

· Punya YahooID & Gmail ID
katakanlah Anda membuat milis di YahooGroups, maka tentu saja Anda
harus punya yahooID. Manfaatnya sebenarnya banyak, satu diantaranya
adalah YahooID tersebut dapat digunakan untuk virtual meeting dengan
sesama moderator yang terhalang jarak & waktu dan sulit untuk
mewujudkan gathering padahal masalahnya akan selesai jika dibicarakan
secara online saja. Selain YahooID, anda juga butuh GmailID, yang ini
agak sulit cara memperolehnya karena kita harus mendapatkan undangan
(inviter) dari yang sudah memiliki GmailID sebelumnya. Caranya, tinggal
request inviter mail ke siapa saja orang yang mempunyai GmailID,
misalnya ke email ToekangCD@Gmail.Com

· Jadilah Mr.Bean
Tertarik dengan karakter Rowan Atkinson di serial Mr. Bean? Insinyur
teknik ini tampil dengan karakter konyol tetapi cerdas. Menurut saya,
seorang moderator juga harusnya tampil seperti itu. Jadilah orang yang
seperti kurang kerjaan untuk jail, nyental sini nyental sana, iseng bahkan
gokil! Biasanya posting-posting yang nyerempet-nyerempet seperti
Poligami, selingkuh anggota parpol, skandal proyek, dan SARA banyak
direspon. Tugas moderator adalah untuk menjaga frame diskusi berjalan
sehat dan wajar.

· Adakanlah Gathering.
Sehebat apapun media online, tidak akan terasa gregetnya jika tidak
membuat forum bertatap muka secara langsung. Sesekali adakanlah
gathering / kopi darat dengan beberapa member untuk saling
mengakrabkan diri. Misalnya di sela-sela makan siang jam kantor, di akhir
tahun atau hari sabtu/minggu di mana member banyak yang liburan.
Moderator tentu saja harus kerja lebih capek lagi karena harus menyiapkan
segala keperluan gathering seperti menyiapkan tempat berkumpul,
menyusun jadwal dan mengadakan acara yang menarik minat member
untuk ikut kopi darat.

So? Bagaimana menjadi seorang miliser yang bertanggung jawab? Nah jawabannya
sederhana: Jadilah seorang Moderator milis..😉
Sebentar, ada yang terlupa, bagaimana pula saya bisa mendapatkan istri saya dari
sebuah milis? Itupun sederhana, istri saya itu adalah adik dari seorang moderator milis
😉

Kang Sirod


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: