Posted by: MSirod | 18 April 2007

Jangan Marah

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ada
seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu 'alaihi
wa sallam, "Berilah saya nasihat." Beliau shollallohu
'alaihi wa sallam bersabda, "Jangan marah." Lelaki itu
terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap
menjawab, "Jangan marah." (HR. Bukhari). Imam Nawawi
rohimahulloh mengatakan, "Makna jangan marah yaitu
janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini
bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena
pada hakikatnya marah adalah tabi'at manusia, yang
tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia".

Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam juga pernah
menasihatkan, "Apabila salah seorang dari kalian marah
dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau
marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia
berbaring." (HR. Ahmad, Shohih)

Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui
Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam dan
mengatakan, "Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya
sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan
menjauhkan dari neraka." Maka beliau shollallohu
'alaihi wa sallam bersabda, "Jangan tumpahkan
kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan." (HR.
Thobrani, Shohih)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rohimahulloh
juga mengatakan, "Bukanlah maksud beliau adalah
melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu
bagian dari tabi'at manusia yang pasti ada. Akan
tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul
rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan
dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah
bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk
hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat
kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun
menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang.
Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan
akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak
terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang
pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang
telah dia lakukan."

Tips Menanggulangi Kemarahan

Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan beberapa
tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah:

1. Membaca ta'awudz yaitu, "A'udzubillahi minasy
syaithanir rajiim".
2. Mengingat besarnya pahala orang yang bisa
menahan luapan marahnya.
3. Mengambil sikap diam, tidak berbicara.
4. Duduk atau berbaring.
5. Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila
sedang dalam keadaan marah.
6. Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau
memaafkan kesalahan orang yang bodoh.
7. Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian,
tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk
perangai orang-orang bodoh.

Syaikh As Sa'di rohimahulloh mengatakan, "Sebaik-baik
orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran
Rasul shollallohu 'alaihi wa sallam, yang menjadikan
murka dan pembelaannya dilakukan demi mempertahankan
kebenaran dari rongrongan kebatilan. Sedangkan
sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa
nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa quwwata illa
billaah" (lihat Durrah Salafiyah).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: