Posted by: MSirod | 12 August 2009

Artikel Manajemen > Menjual Sisir pada Biksu

*Pertanyaan :*

Jika perusahaan dimana anda bekerja, adalah sebuah perusahaan
pembuat SISIR, memberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di
wihara (yang semua kepalanya gundul) — Bisakah anda melakukannya?
Apa jawaban anda ?

*Pertanyaan :*

Jika perusahaan dimana anda bekerja, adalah sebuah perusahaan
pembuat SISIR, memberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di
wihara (yang semua kepalanya gundul) — Bisakah anda melakukannya?
Apa jawaban anda ?

a) Tidak mungkin, itu mustahil
b) Gile
c) Aku akan sekali mencoba untuk melaksanakan instruksi bos saya
d) Baiklah, saya akan coba
e) Ya, saya pikir bisa menjualnya (5 buah, 10 buah, 50 buah atau
lebih, sebutkanlah jumlahnya)

Pilih satu jawaban dan baca tulisan di bawah untuk meilhat apakah
anda termasuk orang yang berjiwa sukses atau tidak.

*_Cerita : MENJUAL SISIR PADA BIKSU_*

Ada sebuah perusahaan “pembuat sisir” yang ingin mengembangkan
bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager
yang baru.

Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak
orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan … jika ditotal
jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.

Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang
tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah
tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti
wawancara terakhir.

Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara.
Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara
terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)

Pimpinan pewawancara memberi tugas :
“Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada
para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan
harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu.”

Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.

*Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
*”Berapa banyak yang sudah anda jual?”
Mr. A menjawab: “Hanya SATU.”
Si pewawancara bertanya lagi : “Bagaimana caranya anda menjual?”
Mr. A menjawab:
“Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir
pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa
dengan seorang biksu muda – dan dia membeli sisir itu untuk
menggaruk kepalanya yang ketombean.”

*Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
*”Berapa banyak yang sudah anda jual?”
Mr. B menjawab : “SEPULUH buah.”
“Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang
rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar
wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli
10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat
pada patung sang Buddha.”

*Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
*”Bagaimana dengan anda?”
Mr. B menjawab: “SERIBU buah!”
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : “Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?”
Mr. C menjawab:
“Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan
beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang
berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan
wihara, ‘Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini.
Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan
lebih menggembirakan hati mereka.’ Saya bilang padanya bahwa saya
punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan
pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara
itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan
1,000 buah sisir!”
*
_MORAL DARI CERITA_*

Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :

1) 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena
kemampuan.
2) SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan
keberuntungan.

Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari
sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri,
hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung
pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah.

Dalai Lama biasa berkata : “Jika anda hanya punya sebuah pelayaran
yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras
membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali
untuk menyelesaikan semua masalah.”

“Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegah teguh pada
harapan. Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa
terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh – dimana pengharapan
hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan
…. adalah hal yang akan mengubah hidup kita.”
Meredith Grey, Grey’s Anatomy – Season 3

*/
Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut.
Tapi saat keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru baru yang
bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah SIKAP kerja yang
benar 85%. Semoga sukses !”/*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: