Posted by: MSirod | 9 December 2011

Mengapa sulit khusyu dalam Shalat?

Saya menuliskan kembali postingan ustadz Arifien Ilham ini untuk pembelajaran diri dan orang lain yang berminat untuk menikmati indahnya shalat khusyu. Saya sendiri tidak mengalami shalat khusyu dalam setiap shalat yang saya lakukan. Tetapi kerapkali jika shalat khusyu itu terjadi, seakan-akan terjadi hypnotherapi pada diri ini dan rindu ingin mengalaminya lagi dan lagi. 



Bagian pertama, Mengapa Sulit Khusyu’ dalam sholat?


  1. Memang belum mengenal ALLAH kecuali sebatas Tuhan 
    Belum mengenal Sifat, Af’al & AsmaNYA, Dia yg menciptakan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, aku, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anak-anakku, semua yg kulihat, semua yg kudengar, semua yg bergerak, semua yg berada di langit & di bumi.

    Semua di hidupkan-NYA “Al Muhyi”; semua akan dimatikanNYA “Al Mumiitu”, semua tunduk dalam kehendak “Al Muriidu” & kekuasaanNYA “Al Qodiiru”, DIAlah yg mengatur semuanya “Ar Robbu”, DIAlah yg mengusai sekaligus memiliki semuanya “Al Maaliku” (QS Ali Imran : 26-27).

    Dia Maha Menatap “Al Bashiiru” tahu persis hati, pikiran & lintasan pikiran kita & DIA Maha Mendengar “As Samiiu'” mendengar gesekan daun, langkah semut & rintihan hati hambaNYA, Lantas sadarkah kita bahwa DIA YANG SEGALA GALANYA yg kita hadapi dalam sholat selama ini?, Bisakah hati & pikiran kita lari saat sholat sementara DIA MENATAP hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa ma’siyat sementara DIA TERUS MENERUS MEMPERHATIKAN kita?~ penjelasan bagaimana surah Al-Imran ayat 26-27 ini dapat dilihat pada blog Menuju Kesejahteraan; tafsirnya bisa pula dilihat di blog Kongaji

  2. Karena belum faham bacaan, makna, hikmah, keutamaan, syarat & rukun sholat
    Maka jadilah “sukaaro” sholat mabuk alias sholat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyaqinan, kosong, hampa, seakan robot jasad tanpa ruh, “alkusaala” malah terasa beban, buru buru pengen cepat selesainya, kebiasaannya menunda nunda waktunya, gerak sholatnya cepat seperti ayam matok.

    Surah & bacaan sholatpun komai kamit. Sahabatku, simaklah Kalam ALLAH ini, “…JANGANLAH KALIAN MENEGAKKAN SHOLAT, SEDANGKAN KALIAN DALAM KEADAAN MABUK, SAMPAI KALIAN BENAR BENAR FAHAM APA APA YANG KALIAN BACA DALAM SHOLAT KALIAN” (QS4:43).

    Lihat orang mabuk berkata berbuat tetapi tidak sadar apa yg dikatakan & apa yg diperbuat, lihat orang sholat berdiri, bertakbir, baca ayat, ruku’, sujud, tahiyyat & salam, tetapi tidak sadar bahwa ia sedang berdiri, ruku’ sujud menghadap PENCINTA LANGIT & BUMI…tidak sadar bahwa ia sedang berdialog dengan PENCIPTA DIRINYA, YANG MAHA MENENTUKAN SEGALA GALANYA!

  3. Karena tidak sadar bahwa sholat itu adalah “Almuhadatsah bainal makhluqi wa Khooliqi” dialog hamba kepada Kholiqnya,

    “Apabila salah seorang dari kalian sholat, sebenarnya ia sedang berkomukasi dg ALLAH” (HR Bukhori Muslim).

    Coba perhatikan dari adzan, panggilan waktu menghadapNYA, yang dipanggilpun yang berSYAHADAT, “Asyhaaduallaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar Rasulullah”, yang tidak beriman tidak dipanggil, karena itulah Rasulullah mengingatkan, “Yang membedakan kita dengan orang kafir adalah sholat, maka siapa dengan SENGAJA MENINGGALKAN SHOLAT maka sungguh ia sudah BERPERANGAI seperti orang kafir”.

    Menutup aurat karena memang menghadap-NYA, menghadap qiblat karena memang fokus jasad ruh, hati pikiran kepada-NYA, apalagi berjamaah jadi rapi shof, & seluruh duniapun satu arah qiblat, lalu bersuci krn memang menghadap MAHA SUCI, lalu berdiri tegap, takbir, membaca ifitah “inn wajjahtu wajhiyalilldzi fathoros samaawati wal ardho” hamba datang menghadapMU duhai PENCIPTA LANGIT & bumi, tunduk patuh taat padaMU…

    Inilah diantara komunikasi sholat yang. belum difahami, lantas bagaimana khusyu’ tanpa kesadaran ini.

  4. Karena sedikit kita yang faham bahwa dalam sholat Tatkala membaca Alfatihah terjadi dialog hamba dg RABBnya.
    Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa membaca surat al-Fatihah, setiap ayat yg dibaca itu langsung dijawab oleh ALLAH”, 

    lalu Rasulullah menyampaikan ketika seorang hamba berkata, ”Segala puji bagi ALLAH, TUHAN seru sekalian alam”. ALLAH menjawab, “Hamba-KU telah memuji-KU”. 

    Seorang hamba berkata, ”Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”. ALLAH menjawab, “Hamba-KU memuji-KU”. Seorang hamba berkata, ”RAJA di Hari Pengadilan”. ALLAH menjawab, “Hamba-KU mengagungkan Diri-KU. Hamba-KU berserah diri kpd-KU”. 

    Seorang hamba berkata, ”Hanya ENGKAUlah yg kami sembah, hanya kpd-MU kami memohon pertolongan”. ALLAH menjawab, “Inilah pertengahan antara AKU; hamba-KU; bagi hamba-KU apa yg dia minta AKU berikan”. Seorang hamba berkata, ”Tunjukilah kami jalan yg lurus, jalan yg telah ENGKAU anugerahkan kepada mereka, bukan mereka yang kena murka; bukan mereka yang sesat.” ALLAH menjawab, “Ini milik hamba-KU; bagi hamba-KU apa yg dia minta AKU berikan”. (Hadist Qudsi, HR Muslim). 

    Karena itu sahabatku, mulailah bacanya pelan2 dengan kesadaran dan; keyaqinan “THUMA’NINAH”, sungguh ALLAH menjawab stp ayat yg kita baca…”

    nikmatnya, bahagianya aku menulis ini dari mesjid Agung Baitul Makmur Rejang Lebong Bengkulu sambil menunggu waktu isya. I love you sahabatku fillah.


Sent from Research in Action®


Responses

  1. u0628u0644u0647 u0627u062fu0627u0645u0647 u0647u0645u0648u0646 u0628u062du062b u062au0642u0631u064au0628u0627 u0642u0631u0628u0648u0646u062au0648u0646 Click https://twitter.com/moooker1


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: